Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

"Wahai Muadz, demi Allah, aku mencintaimu."

ditulis oleh Al Habib Ali Akbar,
Muadz bin Jabal adalah salah satu sahabat dari kaum Anshar. Bukti kedekatannya dengan Rasulullah SAW adalah hadis berikut. Dikatakan bahwa Rasulullah SAW memegang tangannya dan beliau berkata, "Wahai Muadz, demi Allah, aku mencintaimu."

Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Aku wasiatkan kepadamu, wahai Muadz, janganlah engkau sekali-kali meninggalkan doa ini setiap selesai shalat,

'Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatika (Wahai Allah, aku mohon pertolongan agar aku selalu ingat (dzikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah yang baik kepada-Mu).'"

Doa ini berisi permohonan, pertama, selalu ingat (zikir) kepada Allah. Ada beberapa karunia dari Allah bagi mereka yang mengingat-Nya. Dengan mengingat Allah, Allah akan mengingat kita. Selain itu, bagi orang-orang yang mengingat Allah akan memperoleh ampunan, pahala dan hati tenteram.

Kedua, bersyukur kepada Allah SWT. Kita wajib bersyukur atas karunia nikmat-Nya yang tidak terhitung. Bukan sekadar mengucapkan, ''alhamdulillah'' saja. Esensi syukur adalah menggunakan karunia nikmat di jalan yang diridhai-Nya dan bersikap qana'ah, selalu merasa cukup dan ridha atas pemberian-Nya.

Ketiga, beribadah dengan baik kepada Allah. Tujuan penciptaan manusia oleh Allah SWT, yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Dengan menyadari hal tersebut, hendaknya setiap saat kita selalu memperbaiki ibadah kepada-Nya dengan sepenuh hati sampai akhir hayat. Wallahu a'lam.

(Rangkuman Pengajian Subuh di Masjid Mu'awanah, Kalpataru, Kota Malang, Ahad 6/10)

Akhukum fillaah
aliakbarbinagil

follow dan like https://web.facebook.com/Hilyahnur/ dan jangan lupa subscribe youtube "Hilyah"
Hilyah.id
Hilyah.id https://hilyah.id

Post a Comment for ""Wahai Muadz, demi Allah, aku mencintaimu.""